Ternyata Bahasa “4laY” Sudah Ada Sejak 1835
February 25, 2012 in Story & History
Bahasa “alay” atau bahasa gaul di Indonesia ternyata tidak hanya berlangsung pada zaman sekarang saja, bahkan telah ditemukan sejak tahun 1835 silam. Hal tersebut dikemukakan SST. Wisnu Sasongko, pakar bahasa dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa RI, pada acara pemantauan dan sosialisasi penggunaan bahasa di ruang publik, yang digelar di hotel Rahmat Gorontalo, Rabu.
Menurut dia, bahasa alay ditemukan pada naskah bertuliskan huruf Jawa kuno, yang berjudul “Angling Dharma”. Dalam naskah itu, kata ratu ditulis dengan menggunakan kata “Ro” sebanyak tujuh kali sehingga terbaca sebagai ratu. Padahal jika merujuk pada tata bahasa jawa kuno, semestinya kata ratu ditulis dengan menggunakan “Ro”, “To” dan “Wulu”.”Kalau hanya ditulis dengan Ro sebanyak tujuh kali, maka artinya menjadi tujuh atau pitu sehingga terbaca `R` dan `Tu`,” jelasnya. Untuk itu, menurutnya, bahasa alay senantiasa ada setiap zaman, namun hal itu tidak perlu dikhawatirkan dapat merusak tatanan bahasa Indonesia.”Sifatnya hanya sementara, tidak akan bertahan lama,” kata dia. Acara pemantauan dan sosialisasi penggunaan bahasa di ruang publik, diikuti oleh wartawan, penyiar radio, serta staf humas sejumlah instansi pemerintahan di Gorontalo.Dalam kesempatan itu, Badan Bahasa juga menyosialisasikan undang-undang RI nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.
[FIFONews]
Incoming search terms:
- bahasa alay dan bahasa indonesia
- pakar bahasa indonesia mengenai bahasa pergaulan
- sejak kapan bahasa gaul ada
- penggunaan bahasa gaul dalam penyiaran radio
- lambang group gaul
- lambang alay
- bahasa gaul penyiar radio
- Bahasa gaul clb
- bahasa gaul alay
- bahasa alay indonesia download

![Join FREE aYo Share [dot] Com](http://www.ayoshare.com/wp_images/join_ayoshare_dot_com.gif)





